Tulang Bawang, Jayapost.com - Sungguh sangat disayangkan, seorang Kepala Kampung/Desa yang seharusnya menjadi panutan sebagai pejabat publik malah berlaku arogan kepada awak media yang bertugas sebagai sosial kontrol.
Kepala Kampung/Desa Panggung Mulyo, Kacamatan Rawapitu, Kabupaten Tulang Bawang, Dewa Akit Gede Astawa menunjukkan sikap arogannya didepan umum dengan marah - marah kepada salah seorang awak media.
Hal ini dikarenakan Dewa Akit tidak terima direkam saat dikonfirmasi Budi Darmawan wartawan media ini. Padahal sebelumnya, Dewa Akit setuju dan tidak menolak akan di wawancara dan konfirmasi.
" Setelah pembagian BLT selesai, kita minta waktu untuk wawancara, dan saat itu pak Dewa tidak keberatan, namun saat direkam wawancara tersebut, pak Dewa langsung marah - marah, " ujar Budi, Rabu (31/3/2021).
Lanjut Budi mengatakan sikap arogansi Kepala Kampung/Desa ini sangatlah tidak patut ditunjukkan, apalagi di hadapan Camat Rawapitu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
" Sikap arogansi Kepala Kampung tersebut jelas mencoreng nama pemerintahan, seorang Kepala Kampung harusnya bijak dan mengayomi masyarakat, apalagi terhadap kita wartawan yang jelas - jelas dilindungi Undang - undang nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers dan menjalankan Undang - undang nomor 14 tahun 2008 Tentang keterbukaan informasi publik, " tambah Budi.
Tugas wartawan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, agar masyarakat dapat mengetahui program - program dan anggaran kegiatan Desa. Masyarakat juga punya hak memantau segala kegiatan desa yang menggunakan anggaran negara.
Dengan sikap arogan Kepala Kampung Panggung Mulyo ini, patut diduga ada hal - hal ganjil dalam penggunaan anggaran desa. Bupati Tulang Bawang dan Camat Rawapitu harus segera mengevaluasi Kepala Kampung Panggung Mulyo Dewa Akit Gede Astawa, karena dengan sikapnya tidak menunjukkan pejabat publik yang baik. (JP - Red)
