Medan, Jayapost.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan menilai bahwa janji Wali Kota Medan, Rico Waas, yang menyatakan pembangunan Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan akan rampung pada akhir tahun 2025, telah mencederai kepercayaan publik. Dua proyek strategis ini merupakan simbol ruang publik dan kebanggaan warga Kota Medan, namun hingga saat ini faktanya belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara serius kepada masyarakat.
Janji politik bukan sekadar narasi di ruang kampanye atau pernyataan di hadapan media, melainkan kontrak moral antara pemimpin dan rakyat. Ketika seorang wali kota menetapkan tenggat waktu terhadap proyek besar, maka ia wajib menunjukkan kinerja, transparansi, dan progres yang terukur. Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Pemerintah Kota Medan benar-benar bekerja, atau sekadar memproduksi harapan tanpa kepastian?
Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan bukan proyek biasa. Keduanya adalah ruang publik, pusat sejarah, serta sarana olahraga dan aktivitas sosial masyarakat. Ketika proyek-proyek ini mangkrak dan tak kunjung selesai, yang dirugikan bukan hanya anggaran daerah, tetapi juga hak warga Kota Medan untuk menikmati fasilitas publik yang layak. Ini mencerminkan kegagalan dalam tata kelola pembangunan kota.
Sebagai Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi dan Politik HMI Cabang Medan, saya menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Pemerintah Kota Medan wajib membuka secara transparan progres pekerjaan, hambatan yang dihadapi, serta penggunaan anggaran pembangunan kedua proyek tersebut. Tanpa keterbukaan dan akuntabilitas, janji wali kota hanya akan menjadi simbol lemahnya kepemimpinan publik.
Oleh karena itu, HMI Cabang Medan menyatakan sikap akan melakukan aksi dan membawa persoalan ini ke ruang publik sebagai bagian dari kontrol sosial. Kami menuntut Wali Kota Medan Rico Waas untuk bertanggung jawab kepada rakyat dan tidak lari dari janji yang telah ia ucapkan sendiri. Kota Medan tidak membutuhkan pemimpin yang pandai berjanji, tetapi pemimpin yang mampu menepati dan menyelesaikan.
(Redaksi)
