Notification

×

Iklan

Gubsu Diminta Copot Dan Periksa Kepsek SMAN 2 Tanjung Morawa, Terkait Penggunaan Anggaran Dana BOS

Selasa, 25 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T23:05:16Z

Foto : Ilustrasi

Deli Serdang
, Jayapost.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution diminta copot Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tanjung Morawa, Supini MPd diduga selewengkan penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2023, 2024 dan 2025.


Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diminta panggil dan periksa Kepsek SMA Negeri 2 Tanjung Morawa, terkait penggunaan anggaran dana BOS.


Hal ini disampaikan Ketua LSM LIMA (Lembaga Independen Monitoring Anggaran), Putra kepada awak media.


" Kita akan segera layangkan Dumas ke Kejatisu, meminta agar Kepala Sekolah segera dipanggil dan diperiksa, " ujarnya.


Lanjut Putra dengan tegas meminta APH bertindak tegas jika terbukti ada penyelewengan yang merugikan negara dan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Diketahui, SMAN 2 Tanjung Morawa menerima anggaran dana BOS sebesar Rp. 1.106.208.000 tahun 2023, Rp. 1.114.765.000 tahun 2014 dan Rp. 1.158.932.100 tahun 2025.


Dari penggunaan anggaran dana BOS tersebut, banyak dugaan yang dianggap tidak wajar. Seperti halnya sebagai berikut yang menjadi pertanyaan.


1. Penerimaan Peserta Didik Baru

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 23.451.200

Tahap 2 Rp 8.530.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 10.755.000

Tahap 2 Rp 1.500.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 9.660.000

Tahap 2 Rp 1.875.000

Tahun 2023 sangat besar untuk PPDB dan tahun 2023, 2024 dan 2025 ada dua kali dalam setahun, ini jelas tidak sesuai dengan Juknis BOS.


2.Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca. 

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 67.808.000 

Tahap 2 Rp 302.821.000        

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 11.201.600  

Tahap 2 Rp 334.684.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 127.144.000

Tahap 2 Rp 219.810.000                                                                                                          

Item buku apa saja yg dibelanjakan disekolah dengan nominal yang sangat besar tersebut apakah seluruh siswa sudah mendapatkan buku tersebut diminta untuk penjelasannya ?


3.Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 76.604.800

Tahap 2 Rp 67.450.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 174.395.000

Tahap 2 Rp 86.495.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 157.025.000

Tahap 2 Rp 181.435.000

Sangat lah besar anggaran yg dikeluarkan, apa tidak ada kegiatan.


4. Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran dan bermain

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 62.274.600

Tahap 2 Rp 50.971.350

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 57.162.600

Tahap 2 Rp 56.673.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 50.602.100

Tahap 2 Rp 34.151.800

item ini berfungsi untuk  pengadaan lembar soal siswa dan berapa rupiah anggaran per siswa dalam pengadaan lembar ujian tersebut diminta untuk  penjelasannya ?


5. administrasi kegiatan sekolah   

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 88.119.150

Tahap 2 Rp 82.460.400

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 49.002.350

Tahap 2 Rp 52.111.650

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 17.378.400

Tahap 2 Rp 26.411.161

Komponen ini sangatlah besar, untuk apa saja dikeluarkan.

     

6. Pemiliharaan sarana dan prasarana sekolah

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 104.630.200

Tahap 2 Rp 15.595.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 103.076.750

Tahap 2 Rp 50.264.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 26.331.000

Tahap 2 Rp 105.782.780

menurut kami penggunaan anggaran perawatan sekolah hanya dapat digunakan katagori ringan apa saja yang diperbaiki disekolah diminta untuk penjelasannya dengan rinci ?


7. Penyediaan Alat Multi Media Pembelajaran

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 41.978.200

Tahap 2 Rp 0

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 26.000.000

Tahap 2 Rp 0

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 0

Tahap 2 Rp 90.285.000

Apa saja yg dibeli dengan anggaran yang begitu besar.


8. Pembayaran honor

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 15.000.000

Tahap 2 Rp 15.000.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 0

Tahap 2 Rp 900.000

Tahun 2025

Tahap I Rp 0

Tahap II Rp 0

Berapa jumlah Honor dan berapa gaji setiap pegawai honor nya.

  

Sementara, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tanjung Morawa, Supini saat dikonfirmasi melalui pesan WA belum memberikan tanggapan, hanya berjanji akan menanggapi.


" Izin Bang, Saya sedang Bimtek. Nanti ditanggapi ya, Terimakasih, " ujarnya, Senin (25/2028).


Harus ada tindakan tegas yang nyata dari Gubernur Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Agar bisa menimbulkan efek jera dan menjadi pelajaran bagi Kepala Sekolah lainnya.


(Redaksi)

×
Berita Terbaru Update