Notification

×

Iklan

Lapor Pak Gubsu ! Copot Kepsek SMKN 1 Patumbak, APH Diminta Panggil Dan Periksa Terkait Penggunaan Dana BOS

Kamis, 08 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T07:27:20Z


Deli Serdang, Jayapost.com
- Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution harus mengevaluasi dan Copot (Syafridah) selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Patumbak dan Aparat Penegak Hukum (APH) diminta memanggil dan periksa Kepseknya, diduga menyelewengkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  Tahun 2023, 1024 dan 2025.


Besarnya anggaran dana BOS yang diterima Sekolah menjadi aja korupsi Kepsek selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).


Menanggapi hal ini, Ketua LSM Monitoring Independen Monitoring Anggaran (LIMA), Putra meminta Kepsek SMKN 1 Patumbak agar ditindak tegas.


" Kita akan segera layangkan Dumas Ke Kejatisu dan Unit Tipikor Polda Sumut, agar segera memanggil dan memeriksa Syafidah selaku KPA, " ujarnya.


Lanjut Putra mengatakan agar segera ditindak tegas jika terbukti ada penyelewengan yang merugikan negara.


" Gusbsu harus secepatnya mengevaluasi dan mencopot Kepseknya, agar penegak hukum lebih leluasa melakukan pemeriksaan terhadap Kepseknya, " tegasnya.


Adapun sebagian Komponen yang menjadi pertanyaan seperti : 

1. Penerimaan Peserta Didik Baru

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 30.738.000

Tahap 2 Rp 0

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 29.817.500

Tahap 2 Rp 0

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 3.413.500

Tahap 2 Rp 0

Pada tahun 2023 dan 2024 sangatlah besar pengeluarannya.


2.Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca. 

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 70.377.000 

Tahap 2 Rp 145.908.608        

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 203.559.500

Tahap 2 Rp 187.782.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 218.739.400

Tahap 2 Rp 111.525.400                                                                                                          

item buku apa saja yg dibelanjakan disekolah dengan nominal yang sangat besar tersebut apakah seluruh siswa sudah mendapatkan buku tersebut diminta untuk penjelasannya ?


3.Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 44.650.000

Tahap 2 Rp 46.630.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 58.690.000

Tahap 2 Rp 79.190.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 48.300.000

Tahap 2 Rp 31.000.000

Sangat lah besar anggaran yg dikeluarkan. Buat apa saja anggaran yang dikeluarkan.


4. Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran dan bermain

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 4.720.000

Tahap 2 Rp 7.920.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 7.851.500

Tahap 2 Rp 2.400.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 2.110.000

Tahap 2 Rp 0

item ini berfungsi untuk  pengadaan lembar soal siswa dan berapa rupiah anggaran per siswa dalam pengadaan lembar ujian tersebut diminta untuk  penjelasannya ?


5. administrasi kegiatan sekolah   

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 175.833.000

Tahap 2 Rp 153.735.892

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 56.106.000

Tahap 2 Rp 62.104.645

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 37.835.000

Tahap 2 Rp 106.316.600

Komponen ini sangatlah besar, untuk apa saja dikeluarkan.

      

6.Pemiliharaan sarana dan prasarana sekolah

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 116.159.000

Tahap 2 Rp 165.835.500

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 43.097.000

Tahap 2 Rp 78.033.000

Tahun 2025

Tahap 1 Rp 47.480.000

Tahap 2 Rp 158.464.000

menurut kami penggunaan anggaran perawatan sekolah hanya dapat digunakan katagori ringan apa saja yang diperbaiki disekolah diminta untuk penjelasannya dengan rinci ?


7. Pembayaran honor

Tahun 2023

Tahap 1 Rp 134.880.000

Tahap 2 Rp 154.560.000

Tahun 2024

Tahap 1 Rp 175.872.000

Tahap 2 Rp 153.664.000

Tahun 2025

Tahap I Rp 151.740.000

Tahap II Rp 174.860.000

Berapa jumlah Honor dan berapa gaji setiap pegawai honor nya. Karena setiap tahunnya sangat besar 


Tindakan tegas harus diberikan kepada Kepala Sekolah diduga menyelewengkan anggaran dana BOS, agar menimbulkan efek jera dan menjadi contoh kepada Kepala Sekolah lain, jangan bermain main dengan dana BOS.


Hingga berita ini diterbitkan, Syaftidah belum memberi tanggapan. Dikonfirmasi melalui pesan WA, tidak membalas , walau sudah terlihat centang dua.


Ketegasan Gubsu Bobby Nasution diharapkan dan ketegasan APH juga harus diterapkan dalam memerangi tindak pidana Korupsi.


(Redaksi)

×
Berita Terbaru Update