Medan, Jayapost.com – Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumatera Utara (ALMA-SU) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu, 11 November 2026, terkait adanya informasi dan dugaan persekongkolan dalam proses pengadaan proyek meubelair pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dengan total anggaran sekitar Rp39 miliar.
Berdasarkan informasi dan temuan awal yang diterima ALMA-SU, anggaran pengadaan tersebut terdiri dari sekitar Rp15 miliar untuk kebutuhan sekolah dasar (SD) dan Rp24 miliar untuk sekolah menengah pertama (SMP).
ALMA-SU juga menyoroti informasi bahwa kedua paket pengadaan tersebut diduga dikerjakan oleh PT DAS. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai proses perencanaan, pemilihan penyedia, penentuan harga satuan, hingga pelaksanaan pekerjaan.
Koordinator ALMA-SU menilai bahwa penggunaan anggaran daerah dalam jumlah besar harus dilaksanakan secara transparan, kompetitif, dan akuntabel. Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi tersebut serta melakukan pemeriksaan secara objektif.
Dalam aksi tersebut, ALMA-SU akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1. Mendesak Kapolda Sumatera Utara menindaklanjuti dugaan persekongkolan dalam pengadaan proyek meubelair tersebut.
2. Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melakukan penelaahan dan penyelidikan apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.
3. Meminta pemeriksaan terhadap perencanaan, volume pekerjaan, harga satuan, proses tender, kontrak, dan pembayaran.
4. Meminta audit terhadap seluruh anggaran pengadaan meubelair senilai sekitar Rp39 miliar.
5. Mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan membuka informasi secara transparan dan memberikan penjelasan kepada publik.
6. Mendesak Wali Kota Medan mengevaluasi serta mengawasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
7. Meminta pemeriksaan internal terhadap realisasi dan pertanggungjawaban anggaran.
8. Meminta pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran ditindak sesuai ketentuan hukum.
9. Mendesak seluruh pihak terkait kooperatif dalam proses pemeriksaan.
ALMA-SU menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap transparansi dan pengawasan penggunaan uang rakyat, khususnya anggaran pendidikan di Kota Medan.
“Kami tidak ingin anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah justru menimbulkan persoalan dalam proses pengadaannya. Kami meminta aparat penegak hukum hadir dan melakukan pemeriksaan secara profesional, transparan, serta tanpa tebang pilih.”
ALMA-SU menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang. Pihaknya juga membuka ruang bagi instansi terkait untuk memberikan klarifikasi.
(Redaksi)
