Medan, Jayapost.com - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin melantik tiga Pj Kepala Daerah di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (19/6). Yaitu Heri Wahyudi sebagai Pj Bupati Batubara, Ardan Noor sebagai Pj Bupati Padanglawas, dan Timur Tumanggor sebagai Pj Walikota Padangsidimpuan.
Pj Gubernur Hassanudin menyampaikan, pelantikan ketiga Pj Kepala Daerah tersebut berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ia pun percaya, ketiganya mampu melanjutkan roda pemerintahan, serta melakukan inovasi dalam rangka kesejahteraan rakyat.
Tiga Pj Kepala Dareah yang dilantik ini, akan mampu melanjutkan dan meningkatkan inovasi pemerintahan dalam rangka kesejahteraan rakyat,” kata Hassanudin usai pelantikan.
Dalam sambutannya, Hassanudin juga mengingatkan banyak hal pada para Pj Kepala Daerah yang baru dilantik itu. Pertama, tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas pelayanan publik. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan partisipasi politik dan iklim politik yang kondusif, dan begitu pula sebaliknya.
Pemprovsu Komitmen Selamatkan Keuangan dan Aset Daerah, Serta Tingkatkan PAD
Untuk itu, daerah perlu dijaga kondusvitasnya. “Penguatan partisipasi masyarakat yang bertanggungjawab dan tidak anarkis dapat menciptakan daerah yang amah investor sehingga dapat mendorong percepatan perbaikan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Hassanudin.
Menargetkan tahun 2024 angka stunting turun menjadi 14%. Untuk itu, koordinasi dan sinergi seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten/Kota perlu ditingkatkan dalam mengambil langkah-langkah strategis.
Adapun langkah strategis yang mesti dilakukan antara lain, dukungan arah kebijakan dan anggaran untuk perbaikan pola asuh dan lingkungan, penanganan kurang gizi dan anemia, tepat sasaran kepada ibu dan anak,” ujar Hassanudin.
Hassanudin juga tidak lupa mengingatkan para kepala daerah untuk mempersiapkan penyelenggraan Pilkadanya serentak, yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024. Menurutnya, proses demokrasi yang baik akan mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau- Deli Serdang – Momentum peringatan 94 tahun Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2022 menjadi catatan penting bagi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Sebab ada pesan khusus darinya agar organisasi kepemudaan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta momen penting. Kita punya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), ada banyak OKP di Sumut ini. Saya ingin mulai sekarang hingga tahun-tahun berikutnya, acara seperti ini yang berkaitan dengan pemuda, mereka para pemuda yang melaksanakan,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi dalam kegiatan upacara Peringatan 94 tahun Hari Sumpah Pemuda di Sumut yang berlangsung di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar/Jalan Pancing, Deliserdang, Jumat (28/10). Pada upacara itu hadir unsur Forkopimda Sumut di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo, serta sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda. Rangkaian acara mengiringi peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan jumlah peserta ratusan orang di lapangan maupun Pendopo Astaka. Seperti penampilan tarian daerah kontemporer, musikaliasi puisi hingga kehadiran kelompok pemusik Lebah Begantong yang membawakan lagu khas Melayu. Sementara Gubernur juga membacakan teks pidato peringatan Hari Sumpah Pemuda dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainuddin Amali. Mengambil tema ‘Bersatu Bangun Bangsa’ para anak muda perlu memandang keberagaman sebagai anugerah dan merangkainya menjadi kekuatan yang luar biasa menggapai kejayaan. Pemuda bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, tetapi juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa,” sebut Gubernur membacakan teks pidato Menpora Zainuddin Amali. Pembentukan ketangguhan bangsa katanya melalui pembentukan karakter mulia dan pengembangan kompetensi dalam berbagai ranah keahlian. Serta senantiasa mengasah kreativitas dan inovasi adalah pekerjaan utama yang tidak boleh diabaikan oleh para pemuda Indonesia. Kita patut bersyukur melihat pemuda Indonesia telah menunjukkan banyak capaian prestasi di berbagai bidang yang membanggakan, baik pada level nasional maupun pada level internasional. Hal ini menjadi modal untuk membangun keunggulan Indonesia di masa yang akan datang,” lanjutnya.
Namun katanya tetap ada kekhawatiran bahwa pemuda Indonesia masih menghadapi ancaman pengangguran dan keterpurukan dalam tindakan destruktif yang tidak menguntungkan. Terhadap situasi tersebut maka upaya pemberdayaan dan pengembangan pemuda menjadi kreatif, inovatif, kolaboratif dan mandiri serta berkarakter mulia perlu dikembangkan, agar pemuda dapat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dan mampu mencapai prestasi tinggi. Kerja-kerja kolaboratif antar pihak perlu dikembangkan karena upaya pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau parsial. Pembangunann kepemudaan.pungkasnya.
