Medan, Jayapost.com – Gerakan Mahasiswa, Pemuda Penyampai Aspirasi Rakyat Sumatera Utara (GMP2R-SU) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan beserta seluruh jajaran, serta Polda Sumatera Utara, atas keberhasilan operasi gabungan dalam mengungkap tindak pidana Love Scamming jaringan internasional yang melibatkan sejumlah Warga Negara Asing (WNA) di Kota Medan beberapa waktu lalu.
Ketua GMP2R-SU, Andre Syahputra, menilai keberhasilan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melindungi Indonesia dari kejahatan transnasional yang semakin kompleks.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan beserta seluruh jajaran, serta Polda Sumatera Utara, atas keberhasilan operasi gabungan yang berhasil membongkar jaringan Love Scamming lintas internasional. Yang melibatkan WNA sebanyak 38 Orang, Terdiri dari 7 Warna negara Asing, 6 Asal China dan 1 asal Vietnam serta 31 Warna negara Indonesia yang diduga terlibat Praktik penipuan daring lintas Negara. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik Indonesia,” ujar Andre Syahputra.
GMP2R-SU berharap keberhasilan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing yang diduga menyalahgunakan izin tinggal maupun terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
Selain itu, GMP2R-SU mendorong agar koordinasi antara Imigrasi, Kepolisian, dan instansi terkait terus ditingkatkan guna mencegah munculnya kembali jaringan kejahatan internasional yang memanfaatkan wilayah Sumatera Utara sebagai lokasi operasi.
Sebagai bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum, GMP2R-SU menyatakan siap mendukung setiap upaya pemberantasan kejahatan lintas negara yang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum demi menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Andre Syahputra.
(Redaksi)
