Notification

×

Iklan

Mahasiswa STIP Pelajari Sistem Manajemen Mutu dan Digitalisasi di PMT Terminal Kuala Tanjung

Senin, 06 Juli 2026 | Senin, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T05:57:36Z


Batu Bara, Jayapost.com
- PT Prima Multi Terminal (PMT) menerima kunjungan edukatif puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Terminal Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkenalkan penerapan sistem manajemen mutu serta transformasi digital dalam operasional pelabuhan.


Kunjungan yang diikuti mahasiswa bersama dosen pendamping tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai tata kelola perusahaan dan operasional terminal peti kemas sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan barat Indonesia.


Dalam sesi pemaparan, mahasiswa memperoleh materi mengenai penerapan sistem manajemen yang menjadi acuan perusahaan dalam menjalankan operasional sehari-hari. Materi meliputi pengelolaan organisasi, kepemimpinan, identifikasi dan mitigasi risiko, evaluasi kinerja, hingga mekanisme perbaikan berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan.

Peserta juga diajak meninjau langsung aktivitas pelayanan kapal, proses bongkar muat peti kemas, kegiatan receiving dan delivery, serta pengelolaan arus barang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.


Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, mengatakan pengelolaan pelabuhan modern membutuhkan dukungan sistem yang mampu memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, selain kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.


“Standar mutu menjadi pedoman dalam setiap tahapan operasional. Namun, penerapannya akan lebih efektif apabila didukung pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan proses kerja dipantau secara real time, sehingga potensi kendala dapat diidentifikasi lebih cepat dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga,” ujar Wahyudi.


Ia menjelaskan, PMT telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu ke dalam berbagai proses bisnis utama, mulai dari layanan bongkar muat peti kemas, receiving dan delivery, hingga pelayanan pemeriksaan kepabeanan dan karantina. Penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga konsistensi layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.


Menurut Wahyudi, digitalisasi tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga meningkatkan akurasi data serta memperkuat koordinasi antarbagian sehingga pelayanan kepada pengguna jasa dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan efektif.


Ia menambahkan, kunjungan industri merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor maritim. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai tantangan industri sekaligus kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kepelabuhanan.


Bagi mahasiswa STIP, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan teori manajemen mutu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik operasional di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai penerapan standar internasional dalam pengelolaan pelabuhan serta perkembangan transformasi digital di sektor logistik nasional.


Terminal Kuala Tanjung merupakan salah satu simpul logistik strategis nasional yang terus dikembangkan untuk mendukung konektivitas distribusi barang di Indonesia.


Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan arus logistik, penerapan sistem manajemen mutu dan digitalisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan pelabuhan yang andal, efisien, dan berdaya saing.


Jika diinginkan, saya juga dapat menyesuaikan rilisan ini dengan gaya penulisan khas media seperti Antara, Kompas, atau siaran pers korporasi PT Pelindo Group, Pungkasnya.


(Irpansyah)

×
Berita Terbaru Update